Bogor, Saung Bageur- Kayu manis (Cinnamomum verum, sin. C. zeylanicum) merupakan sejenis pohon penghasil rempah-rempah, dan merupakan jenis rempah yang amat beraroma, manis, dan pedas.
Kayu manis termasuk salah satu jenis rempah tertua yang digunakan manusia sebagai bumbu makanan, karena jenis rempah ini telah digunakan di era Mesir Kuno sekitar 5000 tahun yang lalu, dan bahkan beberapa kali disebut dalam kitab-kitab Perjanjian Lama.
Ada beberapa spesies kayu manis yang saat ini dijual di pasaran, di antaranya:
1. Cinnamomum verum'(True cinnamon, Sri Lanka cinnamon atau Ceylon cinnamon)
2. Cinnamomum burmannii (korintje, kasiavera, atau Indonesian cinnamon)
3. Cinnamomum loureiroi (Saigon cinnamon atau Vietnamese cinnamon)
4. Cinnamomum aromaticum (Cassia atau Chinese cinnamon)
Kayu manis Ceylon sering kali hanya menggunakan kulit bagian dalam yang lebih tipis, lebih memiliki kesegaran, kurang padat, lebih beraroma, dan lebih lembut dalam rasa daripada kasiavera.
Kasiavera memiliki rasa yang lebih kuat (sering lebih pedas) dibanding kayu manis Sri Lanka, dan umumnya berwarna merah kecoklatan dengan bobot sedang hingga ringan, keras dan bertekstur kayu, serta lebih tebal (2–3 mm).
Selain sebagai penyedap masakan, kayu manis juga secara tradisional dijadikan sebagai suplemen untuk berbagai penyakit dengan dicampur madu, misalnya untuk pengobatan penyakit radang sendi, kulit, jantung, dan perut kembung.
Karena khasiatnya untuk kesehatan, banyak orang menggunakan kayu manis secara membabi buta. Padahal, menurut lifehealth, penggunaan yang tanpa takaran kemungkinan dapat menimbulkan penyakit kardiovaskular dan diabetes.
Berapa takaran yang tepat mengonsumsi kayu manis?
Ada dua jenis kayu manis yang bisa Anda gunakan setiap hari, yakni kayu manis cassia yang dapat dikonsumsi satu sendok makan, dan kayu manis Ceylon hingga 2,5 sendok makan.
Kayu manis hendaknya juga tidak dikonsumsi bersamaan dengan obat diabetes, karena kayu manisdan Obat diabetes akan bereaksi satu sama lain. Karenanya, bagi penderita penyakit kardiovaskular atau diabetes, hendaknya menghindari konsumsi kayu manis.
Mengonsumsi terlalu banyak kayu manis juga akan berakibat pada masalah saluran pernapasan karena menyebabkan iritasi di tenggorokan. Jika mengonsumsi kayu manis berlebihan, maka Anda akan mengalami batuk-batuk, sehingga menyulitkan untuk bernapas.
Mengonsumsi kayu manis secara berlebihan juga akan mengurangi tingkat gula darah dalam tubuh, sehingga menyebabkan kelelahan dan pusing.
Jafi, meski baik untuk kesehatan, tetap bijak dalam mengonsumsi kayu manis ya? (SB)




